Sabtu, 19 Juni 2010

Cantik dan Sehat berkat Pepaya

Dengan mengonsumsi buah pepaya secara teratur, Anda bisa mendapatkan 'paket lengkap'. Tidak hanya kulit menjadi lebih segar dan cantik, tubuh juga menjadi sehat.

Buah dengan harga terjangkau ini ternyata memiliki banyak manfaat bagi kecantikan dan kesehatan.

- Mengatasi kembung
Dengan mengosumsi pepaya, rasa kembut bisa diatasi. Menurut Maoshing Ni, PhD., penulis buku 'Secrets of Self-Healing' dan ahli pengobatan Cina, papain yang merupakan enzim utama dalam pepaya, bisa menghancurkan serat yang tidak tercerna dengan baik pemicu rasa kembung.

- Mengurangi gejala sinus
Ingin meringankan gejala sinusitis kronis? Jadikan salad buah pepaya menjadi makanan wajib Anda. Menurut penelitian di Jerman, bromelain, enzim dalam pepaya dapat mengurangi lendir dan peradangan.

- Mencerahkan kulit
Zat asam pada pepaya dan kandungan enzim pelarut proteinnnya bisa mengangkat sel kulit mati dan mencerahkan kulit. Jangan heran banyak masker dari brand kosmetik ternama menggunakan ekstrak pepaya. Anda juga bisa langsung mengolah pepaya segar menjadi masker. Caranya, hancurkan pepaya hingga tekturnya seperti bubur. Dengan menggunakan kapas tempelkan ramuan pepaya ini pada wajah, leher dan belahan dada. Diamkan hingga 10 menit, kemudian bilas dengan air dingin.

- Penguat tulang
Kandungan folat dan vitamin B pada pepaya bisa meningkatkan kesehatan tulang Anda. Jadi, selain mengonsumsi susu, makanlah pepaya secara teratur agar terhindar dari penyakit osteoporosis.

Kamis, 17 Juni 2010

Diet Ini Bikin Perut Kenyang Lebih Lama

Rasa kenyang adalah hal yang sangat penting jika Anda ingin mengontrol berat badan.


Profesor Peter Rogers dari Universitas BristoI, Inggris, mengungkapkan rasa kenyang terhadap makanan merupakan fakta tanda kepuasan pada makanan. "Rasa kenyang adalah hal yang sangat penting jika Anda ingin mengontrol berat badan. Jadi, Anda juga harus mengetahui makanan apa saja yang bisa membuat kenyang."

Menurut penelitian pasar yang dilakukan Mintel Global Consumer, rasa kenyang pada makan merupakan faktor yang sangat penting bagi setiap orang. Sedangkan studi yang dilakukan para peneliti di Universitas California, AS, menyarankan untuk memenuhi rasa kenyang diet ala mediteria sangat dianjurkan.

Penggunaan minyak zaitun dalam masakan mediterania sangat sehat dan mengenyangkan. Minyak zaitun mengandung asam oleic yang bisa membantu mengurangi rasa lapar.

Selain itu, makanan yang bisa membuat rasa kenyang bertahan lebih lama adalah yang mengandung protein. Hal itu karena protein menstimulasi hormon yang membuat perut Anda terasa 'penuh', lalu mengirimkannya ke otak.

Protein juga meningkatkan metabolisme dalam tubuh. Jadi, kalori dalam tubuh Anda terbakar lebih cepat. Dan, yang perlu Anda ketahui adalah protein hewani seperti daging dan ikan, lebih meningkatkan metabolisme dibandingkan dengan protein nabati yang terdapat pada sayur dan kacang-kacangan.

Untuk makanan lain, Anda bisa mengonsumsi kentang agar merasa kenyang lebih lama. Kentang mengandung zat karbohidrat yang kompleks. Hal itulah yang membuat Anda kenyang lebih lama. Selain kentang jenis roti-rotian yang berwarna putih juga bisa membuat perut Anda tahan lebih lama terhadap rasa lapar.

Tapi, hindari keripik kentang, sebab camilan ini hanya mengirim sinyal kenyang yang sedikit pada otak. Lebih baik Anda mengonsumsi kentang rebus, selain tidak mengandung minyak, akan membuat Anda kenyang lebih lama.

Untuk memilih camilan sebaiknya hindari kerupuk atau makanan kecil yang mudah dikunyah. Hal itu karena makanan ringan hanya mengirim sinyal kenyang sedikit pada otak, dan Anda akan selalu ingin menyantapnya lagi dan lagi.

Makanan manis yang mengandung banyak gula juga tidak membuat Anda kenyang. Malah, hanya akan membuat gula dalam darah Anda meningkat yang membahayakan kesehatan. Untuk itu, Anda harus lebih selektif dalam memilih makanan manis.

Rabu, 16 Juni 2010

12 immunisasi bayi yg perlu anda ketahui

Setelah lahir, bayi belum punya daya tahan yang cukup untuk menangkal berbagai penyakit. Walaupun memperoleh antibodi bawaan yang diberikan ibu sejak dalam kandungan, bayi memerlukan perlindungan tambahan untuk menjaga ketahanan tubuhnya terhadap penyakit.

Imunisasi merupakan suntikan vaksin atau bahan antigenik untuk menghasilkan kekebalan aktif pada tubuh bayi. Gunanya untuk mencegah dan mengenali beberapa penyakit tertentu yang mungkin mengancamnya.

Sejak lahir, bayi memerlukan berbagai jenis imunisasi hingga mencapai kanak-kanak. Beberapa imunisasi bayi yang perlu Anda tahu di antaranya:

1. Imunisasi BCG
Vaksin ini agar tubuh bayi kebal terhadap bakteri tuberkulosis (TBC). BCG diberikan sekali sebelum anak berumur dua bulan. Imunisasi polio diberikan empat kali pada bayi usia 0-11 bulan dengan interval minimal empat minggu. Imunisasi Campak diberikan satu kali pada bayi usai 9-11 bulan. Imunisasi hepatitis B harus diberikan tiga kali pada bayi usia 1-11 bulan, dengan interval minimal empat minggu. Imunisasi ini bersifat wajib dan disubsidi pemerintah.

2. Imunisasi DPT
Imunisasi DPT adalah vaksin 3 in 1 yang melindungi terhadap difteri, pertusis (batuk rejan) dan tetanus. Difteri adalah suatu infeksi bakteri yang menyerang tenggorokan dan dapat menyebabkan komplikasi fatal. DPT diberikan tiga kali pada bayi usia 2-11 bulan dengan interval minimal empat minggu. Imunisasi ini juga diwajibkan pemerintah.

3.Imunisasi DT
Imunisasi DT memberikan kekebalan aktif terhadap toksin yang dihasilkan oleh kuman penyebab difteri dan tetanus. Imunisasi diberikan bagi anak dengan kebutuhan khusus, misalnya sudah mendapat suntikan DPT.

4. Imunisasi TT
Imunisasi tetanus (TT, tetanus toksoid) memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit tetanus. ATS (Anti Tetanus Serum) juga dapat digunakan untuk pencegahan (imunisasi pasif) maupun pengobatan penyakit tetanus. Jenis imunisasi ini minimal dilakukan lima kali seumur hidup untuk mendapatkan kekebalan penuh.

5. Imunisasi MMR
Imunisasi MMR memberi perlindungan terhadap campak, gondongan dan campak Jerman dan disuntikkan sebanyak 2 kali. Campak menyebabkan demam, ruam kulit, batuk, hidung meler dan mata berair.

Gondongan menyebabkan demam, sakit kepala dan pembengkakan pada salah satu maupun kedua kelenjar liur utama, meningitis, pembengkakan buah zakar yang berakibat kemandulan.

6. Imunisasi Hib
Imunisasi Hib membantu mencegah infeksi oleh Haemophilus influenza tipe b. Organisme ini bisa menyebabkan meningitis, pneumonia dan infeksi tenggorokan berat yang bisa menyebabkan anak tersedak. Sampai saat ini, imunisasi HiB belum tergolong imunisasi wajib, mengingat harganya yang cukup mahal. Dua jenis vaksin yang beredar di Indonesia, yaitu Act Hib dan Pedvax.

7. Imunisasi Meningitis
Imunisasi ini belum diwajibkan pemerintah karena biayanya masih cukup besar. Imunisasi dilakukan bagi bayi dibawah usia satu tahun hingga balita. Imunisasi ini mencegah terjadinya infeksi meningitis atau lapisan otak yang banyak terjadi pada bayi dan balita.

8.Imunisasi Varisella
Imunisasi varisella memberikan perlindungan terhadap cacar air.

9.Imunisasi HBV
Imunisasi HBV memberikan kekebalan terhadap hepatitis B. Hepatitis B adalah infeksi hati yang bisa menyebabkan kanker hati dan kematian. Karena itu imunisasi hepatitis B termasuk yang wajib diberikan. Jadwal pemberian imunisasi ini sangat fleksibel, tergantung kesepakatan dokter dan orangtua. Bayi yang baru lahir pun bisa memperolehnya. Imunisasi ini pun biasanya diulang sesuai petunjuk dokter.

10.Imunisasi Pneumokokus Konjugata
Imunisasi pneumokokus konjugata melindungi anak terhadap sejenis bakteri yang sering menyebabkan infeksi telinga. Bakteri ini juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius, seperti meningitis dan bakteremia (infeksi darah)

11.Imunisasi Tipa
Imunisasi tipa diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap demam tifoid (tifus atau paratifus). Kekebalan yang didapat bisa bertahan selama tiga-lima tahun dan harus diulang kembali. Imunisasi ini dapat diberikan dalam 2 jenis: imunisasi oral berupa kapsul yang diberikan selang sehari selama 3 kali. Biasanya untuk anak yang sudah dapat menelan kapsul.

12.Imunisasi Hepatitis A
Penyakit ini sebenarnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya. Tetapi bila terkena penyakit ini penyembuhannya memerlukan waktu yang lama, yaitu sekitar 1 sampai 2 bulan. Jadwal pemberian yang dianjurkan tak berbeda dengan imunisasi hepatitis B. Vaksin hepatitis A diberikan dua dosis dengan jarak enam hingga 12 bulan.